Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pengetahuan

SIAPA SAYYID QUTHUB

FATWA-FATWA PARA ULAMA TENTANG SAYYID QUTHB Oleh Andy Abu Thalib Al-Atsary Penulis buku “Al-Ikhwan Al-Muslimun : Anugrah Allah Yang Terzalimi berkata di halam 50 paragraf 4. “Dr. Rabi’ bin Hadi –wafaqahullah- berkata tentang Sayyid Quthb, “Menurut kami, diamnya Sayyid Quthb terhadap bid’ah dan kesesatan karena dua hal. Pertama, ia banyak terlibat di sebagian besar bid’ah itu. Kedua, ia tidak peduli dengan masalah itu asalkan dia sendiri tidak terjerumus di dalamnya”. Itulah perkataan yang dibuat-buat yang sebagiannya telah dibantah masyayikh mereka sendiri”. Jawaban. Saya berkata : Perkataan penulis diatas adalah dusta. Saya tidak menemukan satupun perkataan masyayikh Ahlus Sunnah yang membantah perkataan Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah. Sebaliknya yang saya temukan adalah pujian dari para ulama kepada Syaikh Rabi’ atas apa yang telah dilakukannya –yakni mengungkap kebatilan pemikiran Sayyid Q...

PEMBANTU BUKANLAH BUDAK

Pembantu Bukanlah Budak Seringkali kita mendengar kata budak atau hamba sahaya dalam Al Qur’an terjemahan. Dalam bahasa Arab disebut ‘abiid (العبيد) atau riqq (الرّقّ). Sebagian orang ada yang salah paham, dikira yang namanya budak atau hamba sahaya adalah pembantu rumah tangga. Sehingga jadi salah pemahaman setelah itu, dikarenakan yang namanya budak atau hamba sahaya bisa diperlakukan sebagaimana istri bahkan tidak perlu dengan jalan menikah (klik di sini). Namun sekali ini beda dengan pembantu rumah tangga. Berikut ulasan singkatnya. Budak dinamakan ‘abiid (hamba sahaya) karena ia diperbudak oleh orang lain, yaitu majikannya (tuannya). Bagaimana Cara Kepemilikan Budak? Budak bisa dimiliki oleh seseorang dengan salah satu dari beberapa cara berikut: Pertama, kepemilikan dari tahanan atau tawanan dari musuh kaum muslimin yaitu orang-orang kafir. Nabi shallallahu ...

SIAPA IBNU SINA

Ibnu Sina, Banyak Kaum Muslimin Yang Kagum Padanya, Tahukah Anda, Apa Akidahnya?      Benarkah Ibnu Sina Adalah Ilmuwan Muslim? Dalam Majallah Al-Muslimun nomor 247 dimuat resensi buku yaitu “Ibnu Sina sosok Ilmuwan Muslim”. Penulis resensi buku itu tidak mengerti siapa sebenarnya Ibnu Sina? Kalau kita ingin menulis makalah tentang syakhshiyyah (pribadi seseorang) lebih dahulu kita harus merujuk kitab-kitab yang dikarang oleh Ulama-ulama Islam yang terdahulu yang masyhur, apa kata mereka tentang pribadi seseorang, baru kita pakai sebagai penguat itu ialah ucapan pam ulama yang belakangan. Kita lebih percaya kepada para Salafush-shalih dan orang yang mengikuti jejak mereka ketimbang ulama yang belakangan yang telah banyak menyimpang dari Manhaj mereka. Para penulis yang memuji Ibnu Sina kebanyakan dari ahli filsafat dan Orientalist serta para ahli kedokteran, oleh karena itu semua buku yang menulis tentang Ibnu S...