Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasihat

ULAMA YANG MEMBOLEHKAN MEMBERONTAK

ULAMA YANG "MEMBOLEHKAN" MEMBERONTAK Islam itu Ibarat sungai yang begitu jernih hulunya, namun semakin jauh ke hilir semakin banyak kotoran yang merubah kejernihannya. Apa-apa yang dahulu menjadi bagian dari ajaran Islam, tradisi dan ijma salafus sholeh, kini menjadi seolah-olah sesuatu yang asing tak dikenal oleh kaum muslimin, bahkan dianggap bukan dari ajaran Islam. Orang yang menyampaikannya akan siap di bulli, diejek,dihina sekalipun ia bawa segudang dalil dari Quran dan sunnah yang sahih, ijma generasi salaf terdahulu. Bila seseorang dinobatkan menjadi ulama, maka dibangun “image” apapun yang dikatakannya harus ditaati ummat, tidak boleh diselisihi dan ditentang. Meski hakikatnya ia tergelincir menyelisihi prinsip-prinsip ahlus sunnah waljama’ah, menggiring ummat pada kehancuran, pertumpahan darah, dan tercerai-berainya ikatan ukhuwwah Islamiyah antara sesama kaum muslimin. Inilah nukilan sikap ulama salaf terdahulu terhadap seseorang yang menyelisihi satu p...

NASIHAT PERIHAL NAJIS TIDAKNYA KOTORAN KUCING

USTADZ ABDULLAH SHOLEH AL-HADRAMI ANGKAT BICARA TENTANG KENCING KUCING... Saat ini lagi marak dan viral pembahasan tentang najis tidaknya tai kucing dan kencingnya disebabkan fatwa seorang Ustadz yang mengatakan bahwa tai kucing dan kencingnya itu suci, tidak najis, dengan berdalil sabda Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bahwa “kucing itu tidak najis”. Kemudian Ustadz tersebut mengambil kesimpulan karena kucing tidak najis berarti tai dan kencing kucing juga tidak najis. Padahal para ulama dari empat madzhab; Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali SEPAKAT bahwa tai dan kencing kucing itu najis. Bahkan para ulama Kibar seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin dan lainnya juga berfatwa najis. Pertanyaannya adalah: 1. Siapa ulama yang berdalil dengan hadits diatas akan sucinya tai dan kencing kucing. Ataukah hanya ijtihad pribadi sang Ustadz ? 2. Jika kita lapang dada menyikapi perbedaan pendapat dalam masalah ini padahal menyel...

IKHLAS DALAM BERIBADAH TANPA RIYA' DAN SUM'AH

PENTINGNYA IKHLAS DALAM BERIBADAH, PERUSAKNYA ADALAH RIYA ’ DAN SUM’AH Ikhlas adalah memurnikan niat ibadah semata-mata karena Allah ta’ala. Perusaknya adalah riya' atau sum'ah, yaitu memperlihatkan atau memperdengarkan ibadahnya kepada orang lain untuk mendapatkan pujian. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إنَّمَا الأعْمَالُ بَالْنيَاتِ، وَإنَّمَا لِكل امرئ مَا نَوَى، فمَنْ كَانَتْ هِجْرَتهُ إلَى اللّه وَرَسُ...

AT-TA'AALUM

Gambar
At-Ta'aalum Ta'aalum secara ringkas artinya sikap seorang yang tidak berilmu namun berlaku layaknya ahli ilmu. Sikap semacam ini tentu saja merupakan bencana baik bagi pelakunya maupun orang yang menjadi objek dari sikap sok tahunya itu. Imam Asy Syafi'i berkata dalam Ar Risalah : فالواجب على العالمين أن لا يقولوا إلا من حيث علموا ، وقد تكلّم في العلم من لو أمسك عن بعض ما تكلّم فيه منه لكان الإمساك أولى ...

GHURUR (KEKAGUMAN TERHADAP DIRI SENDIRI YANG BERLEBIHAN)

Ghurur Secara etimologi, kata  ghurur  mempunyai arti tertipu, baik oleh diri sendiri atau orang lain, atau juga oleh kedua-duanya. Adapun makna ini terlihat dari kata gharrahu-yaghurruhu  yang berarti  khadaahu  ‘menipu atau memperdayainya’. Adapun dalam pendekatan terminologi ghurur berarti sebagai berikut. Kekaguman  yang sangat terhadap diri sendiri, sampai pada batasan dimana seseorang meremehkan atau menganggap kecil segala yang dikerjakan atau sesuatu yang muncul dari orang lain daripada apa yang dikerjakan oleh dirinya. Ghurur adalah kekaguman terhadap diri sendiri yang terlalu besar  dan berlebihan. Hal ini sangat berbahaya, sebab orang yang berada dalam kondisi kejiwaan seperti ini akan hidup dan berjalan mengikuti ilusi. Ia akan menghabiskan umurnya dalam khayalan, dan pada waktu yang sama akan terjebak dalam penolakan terhadap nasehat, dan bahkan tetap bertahan dalam tangga kesalahan. Kita bisa bayangkan manakala seseorang hi...

UCAPAN YANG PALING DIBENCI ALLAH TA'ALA

UCAPAN YANG PALING DIBENCI ALLAH TA'ALA Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إن أبغض الكلام إلى الله أن يقول الرجل للرجل: اتق الله، فيقول: عليك بنفسك.” ”Kalimat yang paling Allah benci, seseorang menasehati temannya, ’Bertaqwalah kepada Allah’, namun dia menjawab: ’Urus saja dirimu sendiri.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 1/359, an-Nasai dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, 849, dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah, no. 2598). Dibenci karena sikap ini termasuk : - bentuk kesombongan -- dan menyakiti perasaan orang yang me...

ORANG YANG PALING DIBENCI ALLAH TA'ALA ADALAH ORANG YANG PALING KERAS DEBATNYA

Gambar
Ingin Berkah Ilmu, Tinggalkan Debat Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al- 'Utsaimin Debat yang tercela adalah debat yang tidak memakai dasar ilmu, tanpa dalil. Contohnya lagi adalah debat dengan menggunakan otot, bukan argumen yang kuat. Salah satu akibat suka berdebat yang tercela adalah menghilangkan keberkahan ilmu. Moga kita diberikan hidayah dengan merenungkan nasihat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berikut ini: Debat secara umum akan menghilangkan berkah. Telah disebutkan dalam  Shahih Al-Bukhari , dari hadits ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha , bahwa Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الْخَصِم...

MAKNA HIZBIYYAH

Gambar
Al hizb secara bahasa artinya sekelompok manusia. Dalam kitab Lisaanul Arab disebutkan: ﺍﻟﺤِﺰْﺏُ : ﺟَﻤﺎﻋﺔُ ﺍﻟﻨﺎﺱِ، ﻭﺍﻟﺠﻤﻊ ﺃَﺣْﺰﺍﺏٌ “ Al hizb artinya sekelompok manusia, jamaknya: ahzaab ” Secara istilah, al hizb memiliki beberapa makna: 1. An nashir , artinya penolong; pembela. Sebagaimana dalam ayat: ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻮَﻝَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻓَﺈِﻥ...

TETANGGA (1)

Gambar
AKHI, KENAPA ENGKAU BIARKAN SAUDARAMU DALAM KESULITAN ?? JIKA INGIN DITOLONG ALLAH TA’ALA MAKA TOLONGLAH SAUDARAMU. ﻳﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ Sudah menjadi harapan dan keinginan setiap manusia, khususnya muslim untuk selalu mendapat pertolongan dan bantuan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Bantuan mendapatkan kesembuhan dan kesehatan dikala seseorang sedang sakit. Bantuan mendapatkan rizki cukup diwaktu ia ditimpa kefakiran dan kemiskinan. Bantuan mendapatkan ilmu dan pengetahuan dikala ia tidak tahu dan dalam kebodohan. Bantuan mendapatkan keamanan dan kenyamanan disaat ia dihinggapi rasa takut dan kekhawatiran, dan lain sebagainya. Namun mendapat pertolongan dan bantuan dari Allah ta’ala itu tidak sesuai dengan kehendak manusia. Sebab Allah ta’ala dan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah menetapkan terwujudnya pertolongan-Nya itu dengan suatu syarat yakni orang tersebut juga selalu bersedia menolong saudaranya. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Rosulullah Shallallahu alaihi...