Postingan

Menampilkan postingan dengan label Adab

ADAB IMAM DALAM SHALAT BERJAMA’AH

ADAB IMAM DALAM SHALAT BERJAMA’AH Oleh Ustadz Armen Halim Naro Seorang muslim yang baik, berusaha untuk menyempurnakan setiap amalnya. Karena hal itu sebagai bukti keimanannya. Maka shalat harus menjadi perhatian utamanya. Dapat dibayangkan, bagaimana ketika imam bertakbir, terlihat para makmun bertakbir sambil mengangkat tangannya secara serempak; ketika imam mengucapkan amin terdengar keserasian dalam mengikutinya. Tidak salah, jika ada yang mengatakan, bahwa persatuan dan kesatuan umat terlihat dari lurus dan rapat suatu shaf, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ﻟَﺘُﺴَﻮُّﻥَّ ﺻُﻔُﻮْﻓَﻜُْﻢ ﺃَﻭْ ﻟَﻴُﺨَﺎﻟِﻔُﻦَّ ﺍﻟﻠﻪ ُﺑَﻴْﻦَ ﻭُﺟُﻮْﻫِﻜُﻢْ “Hendaklah kalian luruskan shaf kalian, atau Allah akan memecah belah persatuan kalian” [1] Pembahasan ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, adad-adab imam. Kedua, adab-adab makmum. Tidak diragukan lagi, bahwa tugas imam merupakan tugas keagamaan yang mulia, yang telah diemban sendiri oleh Rasulullah ...

ADAB KUBUR

Jangan Kalian Berjalan, Duduk Dan Bersandar Diatas Kuburan. ------------------------------------------------------ Termasuk Adab Ziarah Kubur Yang Harus Diperhatikan Diantaranya Adalah : ● Jangan Kalian Menginjak-injak kuburan atau berjalan diatasnya dengan sendal atau sepatu. Hal ini sering kita jumpai pada suatu prosesi pemakaman atau jika sedang ziarah yang mana sebagian orang ada yang tak mengindahkan jalan yang mesti dilaluinya sehingga disana sini menginjak-injak dan berjalan diatas kuburan, bahkan terkadang dengan sepatu atau sendal mereka tanpa sedikitpun mempunyai rasa hormat kepada orang yang sudah meninggal. Tentang besarnya persoalan ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : ِﻷَﻥْ ﺃَﻣْﺸِﻲَ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻤْﺮَﺓٍ ﺃَﻭْ ﺳَﻴْﻒٍ ...

DUDUK BERSANDAR YANG DIMURKAI

Gambar
Duduk Bersandar yang Dimurkai Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal, MSc         Sifat seorang muslim adalah selalu taat dan patuh terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Ketika Allah melarang sesuatu, maka ia patuh. Begitu pula ketika Rasul-Nya melarang sesuatu dengan mensifati sebagai sesuatu yang dimurkai, maka seorang muslim pun mendengar dan menjauhi tindakan semacam itu. Di antara bentuk duduk yang terlarang adalah sebagaimana para pembaca lihat pada gambar di samping ini, yaitu duduk dengan meletakkan tangan kiri di belakang dan dijadikan sandaran atau tumpuan. Berikut penjelasan mengenai hadits yang melarang hal tersebut dan keterangan beberapa ulama mengenai hal ini. عَنْ أَبِيهِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ مَر...

10 ADAB BUANG HAJAT

10 ADAB BUANG HAJAT Adab Buang Hajat Adab Buang Air Adab Buang Air Besar Adab Di Kamar Mandi Adab Masuk Wc Siapa saja yang hendak menunaikan hajatnya, buang air besar atau air kecil, maka hendaklah ia mengikuti 10 adab berikut ini. Semoga bermanfaat. Pertama : Menutup diri dan menjauh dari manusia ketika buang hajat. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه ...

SALAM DAN SHALAWAT

Adab Salam Dan Shalawat Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar Salah satu bentuk ibadah yang terlalaikan, namun dianggap sebagai hal biasa di kalangan kaum muslimin sekarang ini adalah menulis salam dan shalawat dengan disingkat. Padahal telah diketahui bahwa dalam kaidah penggunaan bahasa Arab, kesempurnaan tulisan dan pembacaan lafadz akan mempengaruhi arti dan makna dari sebuah kata dan kalimat. Lalu, bagaimana jika salam dan shalawat disingkat dalam penulisannya? Apakah akan merubah arti dan makna kalimat tersebut? Adab Menulis Salam Kata  salaam  memuat makna keterbebasan dari setiap malapetaka dan perlindungan dari segala bentuk aib dan kekurangan.  Salaam  juga berarti aman dari segala kejahatan dan terlindung dari peperangan. Oleh karena itu, Islam memerintahkan supaya menampakkan salam dan menyebarluaskannya (Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam kitab B ahjatun Naadzirin Syarah Riyadhush Shalihin, Bab Keutamaan Salam dan Perintah Unt...

WAIYYAK, BARAKALLAHU FIIK, JAZAKALLAHU KHAIR, SYUKRON

Kesalahan dalam menjawab ucapan ‘jazakallah khairan Assalamualaykum Warahmatullah Wabarakatuh… Bismillahirrohmanirrohim… WAIYYAK Banyak orang yang sering mengucapkan “waiyyak (dan kepadamu juga)” atau “waiyyakum (dan kepada kalian juga)” ketika telah dido’akan atau mendapat kebaikan dari seseorang. Apakah ada sunnahnya mengucapkan seperti ini? Lalu bagaimanakah ucapan yang sebenarnya ketika seseorang telah mendapat kebaikan dari orang lain misalnya ucapan “jazakallah khair atau barakalahu fiikum”? Berikut fatwa Ulama yang berkaitan dengan ucapan tersebut: Asy Syaikh Muhammad ‘Umar Baazmool, pengajar di Universitas Ummul Quraa Mekah, ditanya: Beberapa orang sering mengatakan “Amiin, waiyyaak” (yang artinya “Amiin, dan kepadamu juga”) setelah seseorang mengucapkan “Jazakallahu khairan” (yang berarti “semoga ALLAH membalas kebaikanmu”). Apakah merupakan suatu keharusan ...

ADAB-ADAB DALAM BERDOA

Gambar
ADAB-ADAB DALAM BERDO’A         ADAB-ADAB DALAM BERDO’A Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani 1. Mengucapkan pujian kepada Allah terlebih dahulu sebelum berdo’a dan diakhiri dengan mengucapkan shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Hal itu karena engkau memohon kepada Allah suatu pemberian rahmat dan ampunan, maka pertama kali yang harus dilakukan olehmu adalah memberikan sanjungan dan pengagungan sesuai dengan kedudukan Allah Yang Mahasuci. عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ: بَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدًا إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَقَالَ: اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ، فَقَالَ رَسُوْلَُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلِّيْ إِذَا صَلَّيْتَ فَقَعَدْتَ فَاحْمَدِاللهَ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ وَصَلِّ عَلَيَّ ثُمَّ ادْعُهُ قَالَ ثُمَّ صَلَّى رَجُلٌ آخَرُ بَعْدَ ذَلِكَ فَحَمِدَ اللهَ وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّ...

AKHLAK MULIA

Gambar
AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH MENGAJAK MANUSIA KEPADA AKHLAK YANG MULIA DAN AMAL-AMAL YANG BAIK [1], SERTA MELARANG DARI AKHLAK YANG BURUK [2] Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk mengajak manusia agar beribadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla saja dan memperbaiki akhlak manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺑُﻌِﺜْﺖُ ِﻷُﺗَﻤِّﻢَ ﺻَﺎﻟِﺢَ ﺍْﻷَﺧْﻼَﻕِ . “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” [3] Sesungguhnya antara akhlak dengan ‘aqidah terdapat hubungan yang sangat kuat sekali. Karena akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas ...