Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 1, 2016

SHALAT SUNNAH RAWATIB ‘ASHAR, MAGHRIB, ‘ISYA

SHALAT SUNNAH RAWATIB ‘ASHAR, MAGHRIB, ‘ISYA Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc SHALAT SUNNAH RAWATIB ‘ASHAR Shalat sunnah rawâtib ‘Ashar merupakan salah satu dari shalat-shalat rawâtib pendamping shalat fardhu, sebagaimana telah disebutkan pada pembahasan pada edisi sebelumnya.[1] Imam asy-Syaukani, ketika menyampaikan rincian shalat-shalat sunnah setelah menyampaikan rawâtib Zhuhur, beliau berkata: “Dan empat raka’at sebelum shalat ‘Ashar”.[2] Demikianlah anjuran yang disampaikan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sebagaimana Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamalkannya. Oleh karena itu, menjaga kesinambungannya merupakan perkara yang dianjurkan, meskipun hukum shalat sunnah rawâtib ‘Ashar ini tidak sampai pada sunnah muakkad. Dikatakan oleh penulis kitab Shahîh Fiqih Sunnah, XXX : “Tidak ada untuk shalat ‘Ashar shalat sunnah rawâtib yang muakkad”.[3] 1. Keutamaan Shalat Sunnah Rawâtib ‘Ashar. Shalat sunnah rawâtib ini dianjurkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi w

FATWA PARA ULAMA TENTANG NASYID

Fatwa Para Ulama Tentang Nasyid Berikut adalah kumpulan fatawa para ulama islam dan kaum muslimin mengenai haramnya nasyid, mengingat kesesatan yang satu ini sangat tersebar luas dan telah memakan banyak korban dari kalangan masyarakat kaum muslimin yang awam, bahkan yang dianggap ‘lebih berkecimpung’ dalam dunia islam, baik melalui jalur politik maupun hiburan, wallahul musta’an. Berikut nama para ulama yang kami bawakan fatwanya: FATWA ASY-SYAIKH AL-‘ALLAMAH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANY Berkata Asy-Syaikh dalam kitabnya ‘Haramnya Alat-Alat Musik’ : Fatwa beliau tentang Anasyid Islamiyah : Telah jelas pada fasal tiga yang lalu apa-apa yang boleh dilagukan (dibaguskan suara) pada syi’ir dan yang tidak boleh. Sebagaimana telah jelas sebelumnya haramnya alat-alat musik semuanya kecuali duf pada hari ‘id dan walimah untuk wanita saja. Dan pada fasal yang terakhir ini (di jelaskan –pent.) bahwasanya tidak boleh bertaqarrub kepada Allah kecuali sesuai dengan syari’at Allah. Maka b

TINGGALKAN MUSIK

Saatnya Meninggalkan Musik Huk Huk Musi Hara Huk Siapa saja yang hidup di akhir zaman, tidak lepas dari lantunan suara musik atau nyanyian . Bahkan mungkin di antara kita –dulunya- adalah orang-orang yang sangat gandrung terhadap lantunan suara seperti itu. Bahkan mendengar lantunan tersebut juga sudah menjadi sarapan tiap harinya. Itulah yang juga terjadi pada sosok si fulan. Hidupnya dulu tidaklah bisa lepas dari gitar dan musik . Namun, sekarang hidupnya jauh berbeda. Setelah Allah mengenalkannya dengan Al haq (penerang dari Al Qur’an dan As Sunnah), dia pun perlahan-lahan menjauhi berbagai nyanyian. Alhamdulillah , dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan kalamullah (Al Qur’an) yang semakin membuat dirinya mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Rabbnya. Lalu, apa yang menyebabkan hatinya bisa berpaling kepada kalamullah dan meninggalkan nyanyian? Tentu saja, karena taufik Allah kemudian siraman ilmu. Dengan ilmu syar’i yang dia dapati, hatinya mulai tergerak

TINGGALKAN MUSIK

Saatnya Meninggalkan Musik Huk Huk Musi Hara Huk Siapa saja yang hidup di akhir zaman, tidak lepas dari lantunan suara musik atau nyanyian . Bahkan mungkin di antara kita –dulunya- adalah orang-orang yang sangat gandrung terhadap lantunan suara seperti itu. Bahkan mendengar lantunan tersebut juga sudah menjadi sarapan tiap harinya. Itulah yang juga terjadi pada sosok si fulan. Hidupnya dulu tidaklah bisa lepas dari gitar dan musik . Namun, sekarang hidupnya jauh berbeda. Setelah Allah mengenalkannya dengan Al haq (penerang dari Al Qur’an dan As Sunnah), dia pun perlahan-lahan menjauhi berbagai nyanyian. Alhamdulillah , dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan kalamullah (Al Qur’an) yang semakin membuat dirinya mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Rabbnya. Lalu, apa yang menyebabkan hatinya bisa berpaling kepada kalamullah dan meninggalkan nyanyian? Tentu saja, karena taufik Allah kemudian siraman ilmu. Dengan ilmu syar’i yang dia dapati, hatinya mulai tergerak